FreeWare vs Open Source vs Free Software
Bagi orang yang berkecimpung dengan dunia komputer, pasti akan sering mendengar ketiga istilah itu.Tapi yang jadi pertanyaan, apakah kita benar-benar mengerti perbedaan ketiga istilah itu ? Karena ketiga istilah itu ternyata mengandung perbedaan yang sangat mendalam. Seringkali kita mencampur-adukkan ketiganya, dan mempunyai “ideologi” kalau ketiga license diatas selalu free dalam masalah biaya, padahal faktanya tidak selalu demikian.
Freeware: Sebuah perangkat lunak yang berlicense Freeware, mengandung arti kalau software ini tersedia secara gratis biaya, “Zero Dollar Price”. Pengguna dapat dengan bebas menggunakan perangkat lunak ini tanpa harus membeli license dari si pembuat. Namun, sebuah freeware belum tentu menyediakan kebebasan bagi si pengguna untuk melakukan modifikasi terhadap perangkat lunak, dan rata-rata freeware tidak menyertakan source code program dalam paket distribusinya. Sangat banyak freeware yang beredar sekarang ini. Sebut saja: Yahoo Messenger, Winamp, 7-Zip, dll.
Open Source vs Free Software
Mungkin di antara Freeware, Open Source, Free Software yang paling sering membuat rancu adalah Open Source dan Free Software. Dalam banyak kasus kita selalu menganggap Open Source dan Free Software adalah gratis secara biaya, namun faktanya Open source dan Free Software tidak lah mengacu pada harga, namun lebih kepada ketersediaan Source Code program dan juga hak untuk memodifikasi dan mengembangkan sesuai kebutuhan.
Untuk lebih memudahkan, akan diambil contoh 2 OS terkenal dari kedua license:
1. FreeBSD yang Open Source
2. Linux yang Free Software
FreeBSD bersifat Open Source karena menyertakan code program, namun source code ini tidak serta-merta dapat kita ubah sekehendak hati kita. Karena ketersediaan source code lebih ditujukan agar para pengembang software OS dapat mengembangkan software OS tersebut dengan lebih mudah.
Linux bersifat Free Software, namun seperti sudah ditulis kalau istilah free tidak lah mengacu pada harga, melainkan ketersediaan dan kebebasan (free) source code untuk kemudian dapat kita modifikasi secara bebas sesuai kebutuhan, karena itu kita menjumpai banyak varian Linux, sepert: Linux Mandriva, UBuntu,Red Hat, bahkan Linux rasa Indonesia seperti BlankOn.
Secara harga, FreeBSD disebarluaskan secara gratis, dan Linux walaupun bertajuk Free Software tidak semua variannya disebarkan secara gratis, sebut saja Red Hat, varian Linux ini mengharuskan pengguna untuk membeli licensenya, sedangkan FreeBSD yang walaupun tidak Free Software namun disebarluaskan secara gratis tanpa harus membeli license apa pun.
Sekali lagi jangan terkecoh atau bahkan bingung dengan istilah Open Source dan Free Software, karena kedua istilah tersebut tidak pernah mengacu pada harga, melainkan kebebasan untuk menggunakan dan mengubah Source Code nya.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Free_software
http://en.wikipedia.org/wiki/Open_source